Zurich adalah kota terbesar di Swiss dan ibu kota dari Kanton Zürich.
Kota ini dihuni oleh 434.008 jiwa pada 2019.
Zürich adalah pusat perdagangan di Swiss dan menjadi salah satu kota yang sangat penting di dunia bersama Jenewa.
Nama Romawi untuk kota ini adalah Turicum sedangkan dalam bahasa Jerman Zurich dikenal sebagai Züri.
Bahasa resmi di Zürich adalah bahasa Jerman, tetapi bahasa lisan utama adalah bahasa Jerman Zürich, varian lokal dari dialek Jerman Swiss Alemannik.
Zurich, dikenal sebagai pusat perbankan dunia (industri yang menangani uang tunai, kredit dan transaksi keuangan lainnya), dan salah satu kota metropolis yang berperan penting pada perkembangan industri dunia.
Zurich merupakan jantung keuangan Swiss, sekaligus pusat seni negara itu.
Kota terbesar di Swiss ini adalah pelopor kota yang akan menjadi pengguna listrik berdaya 2.000 watt per kapita pada 2050.
Untuk itu, pengelola kotanya sudah berkomitmen untuk berinvestasi pada penggunaan energi terbarukan dan pengembangan gedung hijau, serta menggugah kepedulian masyarakat dengan mengadakan acara hari lingkungan setiap tahunnya dan the Zurich Multimobil-action day.
Warganya mempunyai kualitas hidup yang tinggi, terutama pada peringkat kesehatan.
Sebagai salah satu pusat bisnis keuangan dunia, kota ini juga punya banyak inovasi, produktivitas tinggi dan upah pekerja yang rendah, sehingga ongkos produksi bisnis di sini lebih rendah daripada pusat bisnis keuangan lain.
Dengan demikian, kota ini, menjadi atraktif baik untuk investasi, tinggal dan bekerja.
Banyak bangunan bersejarah yang tersebar di kota Zurich, seperti Grossmunster yang dibangun oleh Charlemagne pada abad ke-8 M, dan gereja St. Peter yang dibangun pada abad ke-13 M.
Koleksi-koleksi bersejarah kota itu disimpan di Museum Nasional Swiss, yang akan memberikan gambaran jelas mengenai sejarah perjalanan negara itu.
Kota Zurich juga terkenal dengan opera-opera dan teaternya, yang penuh dengan semangat inovasi dan eksperimental selama abad ke-19 dan abad ke-20.
Berbagai hasil seni Zurich berhasil memukau para seniman dunia untuk datang ke kota tersebut. Zurich juga memiliki beberapa museum seni, seperti :
Kunsthaus Zürich adalah sebuah museum seni rupa di kota Zürich, Swiss.
Tempat tersebut menyimpan salah satu koleksi seni rupa paling berpengaruh di Swiss.
Pemukiman Zaman Neolitikum dan Perunggu ditemukan di sekitar Danau Zürich.
Jejak Celtic pra-Romawi, pemukiman La Tène ditemukan di dekat Lindenhof, sebuah bukit morain yang mendominasi jalur air dari tenggara hingga timur laut yang dibentuk oleh Danau Zurich dan sungai Limmat.
Pada zaman Romawi, selama penaklukan wilayah pegunungan pada tahun 15 SM, bangsa Romawi membangun sebuah kastil di Lindenhof. Kemudian di sini didirikan Turicum (sebuah toponim yang jelas berasal dari Kelt), sebuah tempat pemungutan pajak untuk barang-barang yang diperdagangkan di Limmat, yang merupakan bagian dari perbatasan antara Gallia Belgica (dari tahun 90 M Germania Superior) dan Raetia: titik pabean ini dikembangkan kemudian menjadi vikus. Setelah reformasi oleh Kaisar Konstantinus pada tahun 318 M, perbatasan antara Galia dan Italia (dua dari empat prefektur praetorian Kekaisaran Romawi) terletak di sebelah timur Turicum, melintasi sungai Linth antara Danau Walen dan Danau Zürich, tempat sebuah kastil dan garnisun menghadap. keamanan Turicum. Catatan tertulis paling awal dari kota ini berasal dari abad ke-2, dengan batu nisan yang merujuknya sebagai Statio Turicensis Quadragesima Galliarum ("pos Zürich untuk mengumpulkan pajak nilai 2,5% dari Galliae"), ditemukan di Lindenhof.
Zürich memperoleh kedekatan Imperial (Reichsunmittelbar, menjadi kota kekaisaran merdeka) pada tahun 1218 dengan kepunahan garis utama keluarga Zähringer dan mencapai status yang sebanding dengan kenegaraan.
Selama tahun 1230-an, tembok kota dibangun, menutupi 38 hektar, ketika rumah batu paling awal di Rennweg dibangun juga. Kastil Carolingian digunakan sebagai tambang, karena sudah mulai runtuh.



