Kota London, ibu kota Britania Raya dan juga Inggris, adalah negara yang paling padat penduduknya.
Hal ini juga salah satu daerah perkotaan terbesar di Eropa Barat.
Sejarah kota kembali ke zaman Romawi ketika disebut Londinium.
Sisa-sisa sejarah kuno London masih terlihat sampai sekarang, karena inti sejarah kota ini masih dikelilingi oleh batas abad pertengahan.
Hari ini London adalah salah satu pusat keuangan terbesar di dunia dan merupakan rumah bagi 100 dari 250 perusahaan terbesar di Eropa.
Ini juga memiliki fungsi pemerintahan yang kuat karena merupakan rumah dari Parlemen Britania Raya.
Pendidikan, media, mode, seni, dan kegiatan budaya lainnya juga lazim di kota ini.
Ini adalah tujuan wisata utama dunia, menampilkan empat Situs Warisan Dunia UNESCO , dan menjadi tuan rumah Olimpiade Musim Panas 1908, 1948, dan 2012.
Hal Penting Tentang London
Diyakini bahwa pemukiman permanen pertama di London saat ini adalah pemukiman Romawi sekitar tahun 43 SM. Itu hanya berlangsung selama 17 tahun, karena akhirnya digerebek dan dihancurkan.
Kota itu dibangun kembali, dan pada abad kedua, London Romawi atau Londinium berpenduduk lebih dari 60.000 orang.
Mulai abad kedua, London melewati kendali berbagai kelompok, tetapi pada tahun 1300 kota ini memiliki struktur pemerintahan yang sangat terorganisir dan berpenduduk lebih dari 100.000.
Berabad-abad berikutnya, London terus berkembang dan menjadi pusat kebudayaan Eropa karena penulis seperti William Shakespeare.
Kota itu menjadi pelabuhan besar.
Pada abad ke-17, London kehilangan seperlima populasinya dalam Wabah Besar.
Sekitar waktu yang sama, sebagian besar kota dihancurkan oleh Kebakaran Besar London pada tahun 1666.
Pembangunan kembali memakan waktu lebih dari 10 tahun dan sejak itu, kota ini berkembang.
Seperti kebanyakan kota di Eropa, London sangat terpengaruh oleh Perang Dunia II, terutama setelah Blitz dan pengeboman Jerman lainnya yang menewaskan lebih dari 30.000 penduduk London dan menghancurkan sebagian besar kota.
Olimpiade Musim Panas 1948 kemudian diadakan di Stadion Wembley saat sisa kota dibangun kembali.
Pada 2016, London memiliki populasi 8,8 juta, atau 13 persen dari populasi Inggris Raya, dan kepadatan populasi rata-rata lebih dari 14.000 orang per mil persegi (5.405/km persegi).
Populasi ini merupakan campuran beragam dari berbagai budaya dan agama, dan lebih dari 300 bahasa digunakan di kota ini.
Wilayah London Raya mencakup area seluas 607 mil persegi (1.572 km persegi).
Namun, Wilayah Metropolitan London memiliki luas 3.236 mil persegi (8.382 km persegi).
Fitur topografi utama London adalah Sungai Thames, yang melintasi kota dari timur ke barat daya. Sungai Thames memiliki banyak anak sungai, sebagian besar sekarang berada di bawah tanah saat mengalir melalui London.
Sungai Thames juga merupakan sungai pasang surut, dan London rentan terhadap banjir.
Karena itu, penghalang yang disebut Penghalang Sungai Thames telah dibangun di seberang sungai.
Iklim London dianggap maritim sedang, dan kota ini umumnya memiliki suhu sedang.
Suhu tinggi rata-rata musim panas adalah sekitar 70 F hingga 75 F (21 C hingga 24 C). Musim dingin bisa jadi dingin, tetapi karena pulau panas perkotaan, London sendiri jarang menerima hujan salju yang signifikan.
Suhu tinggi musim dingin rata-rata di London adalah 41 F hingga 46 F (5 C hingga 8 C).
Bersama dengan Kota New York dan Tokyo, London adalah salah satu dari tiga pusat komando ekonomi dunia.
Industri terbesar di London adalah keuangan, tetapi jasa profesional, media seperti BBC, dan pariwisata juga merupakan industri besar di kota ini.
Setelah Paris, London adalah kota kedua yang paling banyak dikunjungi wisatawan di dunia, dan menarik lebih dari 30 juta pengunjung internasional pada tahun 2017.
London adalah rumah bagi berbagai universitas dan perguruan tinggi dan memiliki populasi siswa sekitar 372.000.
London adalah pusat penelitian dunia, dan University of London adalah universitas pengajaran terbesar di Eropa.



