Chat with us, powered by LiveChat

Kamis, 25 Mei 2023

Tentang Den Haag by qiuslot88

Den Haag adalah sebuah gemeente, kota pemerintahan Belanda dan tempat parlemen, serta ibu kota provinsi Zuid-Holland (Holland Selatan).



Di kota ini didapati pula kedutaan besar negara-negara asing.

Meskipun demikian, Den Haag bukanlah ibu kota Belanda; ibu kota Belanda adalah Amsterdam.

Kota Den Haag memiliki penduduk sebanyak 553.000 jiwa (2022).

Kota Den Haag sudah ada sejak tahun 1248, tetapi baru mendapat hak kota pada tahun 1806.

Hal ini menyebabkan Den Haag tidak memiliki sebuah universitas.

Den Haag sudah ada sejak tahun 1230, ketika sang bangsawan graaf Floris IV dari Holland membangun sebuah kastil sederhana pada tanah Vrouwe Meilindis van Wassenaer.



Pada tahun 1248 graaf Willem II, yang kemudian akan menjadi Kaisar Romawi Suci, membangun sebuah kastel yang lebih baik pada sebuah empang yang sekarang menjadi sebuah kolam bernama Hofvijver.

Putranya Floris V yang akhirnya mengurusi sehingga gedung kastel yang disebut Ridderzaal ini bisa selesai setelah kematian Willem yang datangnya awal.

Gedung Ridderzaal dan Binnenhof diperkuat, tetapi desa yang berada di sekelilingnya tidak pernah diberi hak kota, meski Den Haag merupakan tempat tinggal para bangsawan Holland.

Kota Den Haag bisa tumbuh sebagai kompromis dari kota-kota Holland lainnya, tetapi di sisi lain kota-kota tersebut menghalang-halangi Den Haag untuk mendapatkan hak kota dan menjadi sebuah kota berbenteng.

Ada tahun 1622 Den Haag memiliki penduduk sebesar 16.000 jiwa.

Pada abad ke-17 Den Haag dikelilingi oleh parit-parit yang disebut sebagai gracht dalam bahasa Belanda.



Parit-parit oleh stadhouder pangeran Maurits dianggap sebagai awal daripada sebuah sistem pertahanan. Namun sistem pertahanan sejati yang semula direncanakan akhirnya tidak pernah rampung.

Pada akhir abad ke-18, jumlah penduduk "desa" ini sudah mencapai 40.000 jiwa dan merupakan tempat ketiga di Belanda yang terbesar (setelah Amsterdam dan Rotterdam).

Berkat keberadaan istana stadhouder, Staten-Generaal dan diplomat-diplomat asing serta kaum bangsawan (asing), Den Haag memiliki ciri khas aristokratis yang membedakannya dengan kebanyakan kota-kota di Belanda.

Selain itu terdapat perbedaan yang besar antara permukiman kaum bangsawan di dekat Buitenhof dan Voorhout dengan daerah-daerah "desa" ini yang lebih merakyat.

Den Haag berawal dari sekitar Binnenhof di abad ke-13, dan kini masih dianggap sebagai pusat kebudayaan kota.

Kehidupan malam di Den Haag berpusat di tiga alun-alun utama: Het Plein ("Alun-alun") memiliki banyak kafe dengan trotoar besar.

Grote Markt ("Pasar Besar") sangat penuh oleh kursi dan meja, baik di musim panas atau[un musim dingin.

Buitenhof ("Lapangan Luar") terletak tepat di luar Binnenhof) berisi enam layar bioskop Pathé dengan beberapa bar dan restoran di sekitarnya.

Berdekatan dengan Buitenhof adalah De Passage, pusat perbelanjaan tertutup pertama di Belanda. Berasal dari akhir abad ke-19, tempat itu berisi toko-toko mahal.

Scheveningen adalah pusat budaya kedua di Den Haag.

Memiliki bioskop Pathé serta teater musikal Circustheater, walaupun di musim panas, sebagian besar kehidupan malam terpusat di sekitar boulevard di tepi laut dengan bar, restoran, dan kasinonya.

Beberapa atraksi lain yang dapat ditemukan di Scheveningen antara lain taman miniatur Madurodam, museum Beelden aan Zee, dan Sea Life Centre.

Den Haag juga merupakan kediaman raja Belanda, dan beberapa (bekas) istana kerajaan dapat ditemukan di kota ini.

Raja Willem-Alexander dan Ratu Máxima dari Belanda tinggal di Huis ten Bosch di Haagse Bos, dan bekerja di Istana Noordeinde di pusat kota.

Selain itu terdapat pula dua bekas istana kerajaan di Den Haag.

Istana Kneuterdijk, dibangun pada tahun 1716, sekarang menjadi rumah bagi Dewan Negara Belanda, dan Istana Lange Voorhout yang kini menjadi Museum Escher, museum yang didedikasikan untuk seniman grafis Belanda, M. C. Escher.